Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa Barat menghimbau ke seluruh kepala desa untuk melirik dan membina inovasi-inovasi yang ada di desa, sehingga inovasi yang ada bisa terangkat dan mendongkrak perekonomian desa.

Hal itu diungkapkan Bapak Kepala DPMD  Drs. Mulyadi selaku  di sela-sela acara teknologi tepat guna tingkat kabupaten yang di gelar di depan halaman kantor  DPMD KSB, (02/05).

Kegiatan dengan tema “Teknologi tepat guna berkearifan lokal untuk ekonomi desa berkelanjutan” tersebut di ikuti oleh beberapa desa yang memiliki inovasi desa, “yang mengikuti kegiatan ini ada delapan desa, dengan berbagai inovasi-novasi dari masyarakat desa itu sendiri,” ungkap Beliau.

Kegiatan program inovasi desa menurutnya sangat penting dikembangkan di desa pasalnya, dengan memiliki inovasi desa maka ekonomi desa akan berkelanjutan dengan baik. Beliau juga mengatakan jika kita harus banyak belajar dari nenek moyang kita yang terus melakukan inovasi dari kapak batu hingga kapak besi.

“Kita tidak boleh kalah dengan pendahulu kita yang tidak henti melakukan inovasi dari jaman batu hingga jaman yang serba tehnologi ini. Mereka bisa kenapa kita tidak bisa kita,” uncapnya sembari memperlihatkan inovasi dari delapan desa yang ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Minimnya perhatian desa terhadap inovasi desa,  Bapak Kadis DPMD Drs. Mulyadi kembali menekankan agar desa dan lurah serius mengangkat dan menonjolkan potensi inovasi-inovasi desa yang terkecil hingga yang besar, sehingga inovasi yang ada di ketahui publik.

“Terkait dengan hal ini kami dari DPMD telah membentuk Wartekdes di setiap desa dan kecamatan agar pemerintah desa bisa melihat potensi inovasi yang belun terexpose untuk di expose. Dan pemerintah desa harus mendanai, membina untuk dimunculkan dan di ikutsertakan dalam kegiatan inovasi dari tingkat kabupaten, propinsi bahkan untuk tingkat nasional,” harap Beliau.

Untuk di ketahui kegiatan tersebut selain memamerkan inovasi-inovasi desa juga menampilkan fashion show untuk anak-anak usia dini dan SMP, dengan fashion yang terbuat dari limbah plastik kresek dan bekas kertas koran kabar harian.