TALIWANG—Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M membuka secara resmi Jambore Penyuluh Perikanan di Desa Labuhan Kertasari, Senin pagi (9/04/2018).

Sebelum membuka jambore, Bupati yang didampingi Wakil Bupati Fud Syaifuddin, S.T dan pejabat lainnya telebih dahulu meresmikan monumen Jambore Penyuluh Perikanan se-NTB. Monumen ini berada di bibir pantai depan Depo Rumput Laut Desa Kertasari. Selanjutnya Bupati melaksanakan panen rumput laut yang didampingi Wakil Bupati, Kepala Dinas Kelautan dan Perikana NTB, Sekda KSB, Sekjen Ikatan Penyuluh Perikanan Indonesia/Ipkani melakukan panen rumput laut. Kepala Balai Penyuluh Perikanan Lombok, Kepala Balai Karantina Ikan Mataram,

Laporan Ketua Panitia Jambore Penyuluh Perikanan, Salim Pujianto, A.Pi menyampaikan, jambore penyuluh perikanan ini merupakan jambore pertama, bukan hanya pertama di Provinsi NTB, namun juga pertama di Indonrsia. Jambore ini dimaksudkan untuk menjalin silaturrahmi sesama penyuluh. Hadir di jambore ini 106 PNS penyuluh perikanan. kemudian 100  orang non PNS penyuluh perikanan bantu. ‘’Di jambore ini, penyuluh juga ingin bertemu Bupati KSB, apalagi alumni SPP Pertanian Mataram,” katanya.

Ketua Umum DPP IPKANI yang dibacakan Sekjen IPKANI, Ahmad Subari, S.St.P.i Penyuluh Perikanan merupakan ujung tombak pembangunan bidang kelautan dan perikanan. Kini, setelah diambil alih Kementerian Kelautan dan Perikanan, penyuluh perikanan sangat diperhatikan. Kementerian memberikan tunjangan kinerja yang tinggi bagi para penyuluh.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Ir. L. Hamdi dalam sambutannya mengatakan, jambore ini merupakan ajang tukar informasi, tukar pengalaman dan sekaligus ajang konsolidasi. Terlebih  tahun 2017-2018 telah terjadi perubahan yang cukup mendasar dalam tatanan pemerintahan khususnya terkait penyuluh. Bahwa sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, penyuluh telah diambil alih pemerintah pusat. Namun penempatannya masih di setiap kabupaten/kota.

Penyuluh diharapkan untuk terus melakukan pendapingan dan pembinaan kepada masyarakat dan kelompok perikanan. Terlebih penyuluh kini di bawah kendali Lembaga Riset  Kementerian Kelautan dan Perikanan, maka inovasi-inovasi harus diberikan kepada masyarakat untuk meningkatkan produktivitas dan efektifitas masyarakat perikanan. ‘’Bina terus organisasi, bina administrasi dan bina kelompok usaha, targetkan kelompok usaha menjadi badan hukum, dekatkan mereka dengan industri permodalan terutama perbankan, karena usaha perikanan adalah usaha yang bisa dilaksanakan sekala kecil namun bersifat padat karya sehingga bisa mengentaskan kemiskinan,” kata Ir. L. Hamdi.

Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M dalam sambutannya mengatakan, peneyerapan modal usaha, bukan  saja bidang perikanan, namun hampir seluruh bidang usaha  memang kurang. Terlebih modal usaha yang disediakan pemerintah di perbankan diperuntukkan bagi usaha perorangan dan bukan untuk kelompok.

Diungkapkan Bupati, di KSB Pemerintah KSB mengintervensi permodalan usaha masyarakat dengan kerjasama yang baik dengan perbankan. Pemerintah menempatkan modal usaha untuk masyarakat di bank untuk di salurkan. Bantuan untuk petani ditangani Bank NTB. Bariri Nelayan ditempatkan di Bank BRI. Modal usaha UMKM ditempatkan di Bank Mandiri. Sementara bantuan bersifat sosial kesehatan, yakni BPJS Kesehatan, bantuan Lansia dan Disabilitas ditempatkan di Bank BNI.

Bupati pun mengharapkan Penyuluh Perikanan untuk produktif dan meningkatkan kerjasama dengan semua pihak. Khusus di KSB, kerjasama dengan kepala desa, agen PDPGR. Namun yang paling penting adalah, bagaimana Penyuluh juga bisa pembangunan mental manusia, yakni mental yang ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh.

Dalam kegiatan pembukaan jambore Penyuluh Perikanan ini, dilaksanakan pengukuhan penguru DPD IPKANI Provinsi NTB oleh Ketua  Harian DPP IPKANI. Pengukuhan dilaksanakan sesuai dengan Surat Keputusan DPP IPKANI Nomor:011/SJDPP/SK-DPD/IV/2018 tanggal 13 Februari 2018 tentang Pengesahan Susunan Kepengurusan DPP IPKANI Provinsi NTB Masa Bakti Tahun 2015-2019.(Bagian Humas & Protokol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here